Belum Tahu Apa Itu Smoke Detector? Yuk, Baca Ulasan Ini!

Belum Tahu Apa Itu Smoke Detector? Yuk, Baca Ulasan Ini!

Januari 2, 2024

5.6 Menit dibaca

Smoke Detector detektor kebakaran asap

Tidak dapat dipungkiri, keberadaan smoke detector dalam sistem alarm kebakaran menjadi barisan terdepan dalam perlindungan terhadap bahaya kebakaran. Dengan sensitivitas yang tinggi, alat ini mampu mendeteksi asap bahkan dalam jumlah yang sangat kecil, memberikan kamu waktu berharga untuk bertindak.

Merasa aman dari ancaman kebakaran merupakan sebuah kebutuhan dasar, namun tahukah kamu bahwa kebakaran bisa mengancam rasa aman tersebut dalam sekejap. Asap yang tak terlihat di waktu malam hari atau bau hangus yang tak tercium saat kita sedang terlelap tidur.

Situasi tersebut seringkali meninggalkan kita dalam keadaan tidak berdaya, hanya bisa menyesali ketika sudah terlambat. Namun, ada solusi yang efektif yaitu,detektor asap, pahlawan kecil yang senantiasa terjaga, memberikan perlindungan 24/7 dari resiko kebakaran.

Dengan kemampuan deteksi asap yang akurat, detektor ini menjadi peringatan dini yang vital, memberi kamu kesempatan untuk bertindak sebelum api menyebar. Makanya, kenali perangkat kecil yang berperan luar biasa dalam mengatasi bahaya kebakaran yang mengancam setiap saat dengan baca ulasannya sampai selesai.

Apa Itu Smoke Detector?

Detektor kebakaran jenis smoke adalah sebuah alat yang memiliki rancangan khusus untuk mendeteksi asap, yang menjadi indikator awal dari kebakaran. Alat ini sangat penting dalam sistem keamanan dan keselamatan di berbagai bangunan, termasuk rumah tinggal, perkantoran, dan fasilitas publik.

Fire detector jenis smoke dalam sistem alarm kebakaran berfungsi untuk memberikan peringatan dini terhadap potensi bahaya kebakaran. Sehingga memungkinkan kamu untuk mengambil tindakan segera, baik untuk memadamkan api atau evakuasi, lalu jenis detektor jenis smoke ada berapa? Berikut penjelasannya!

1. Smoke Detector Ionization

Tipe detektor kebakaran dalam instalasi fire alarm ini menggunakan sedikit material radioaktif untuk mendeteksi asap yang memiliki potensi kebakaran tinggi. Detektor ionisasi sangat efektif dalam mendeteksi asap dari api yang berkobar dengan cepat, seperti kebakaran yang disebabkan oleh kertas atau lemak.

2. Detector Type Photoelectric

Selain itu, ada juga type photoelectric yang menggunakan cahaya untuk mendeteksi asap pemicu kebakaran. Detektor photoelectric ini lebih responsif terhadap asap dari api yang berkobar lambat, seperti kebakaran yang terjadi dari kabel listrik yang terbakar.

Dalam beberapa kasus smoke detector juga sudah terintegrasi dengan teknologi canggih yang dapat mendeteksi berbagai tipe kebakaran dengan lebih efisien. Selain itu, ada pula model-model yang sudah memiliki fitur tambahan seperti konektivitas nirkabel, dan kemampuan untuk terhubung dengan sistem keamanan lainnya.

Cara Kerja Detektor Asap dalam Instalasi Fire Alarm

Detektor kebakaran jenis asap, yang terpasang dalam sistem fire alarm, beroperasi berdasarkan prinsip deteksi asap yang muncul akibat kebakaran. Ada dua jenis detektor asap ionisasi dan photoelectric, dan keduanya memiliki cara kerja berbeda, untuk lebih detailnya simak penjelasan berikut ini!

1. Smoke Detector Ionization

  • Detektor ionisasi menggunakan sedikit material radioaktif yang berada di antara dua pelat elektrik, yang menciptakan ruang ionisasi.
  • Ketika keadaan normal, aliran arus listrik stabil terjadi di ruang ionisasi tersebut.
  • Sedangkan ketika partikel asap masuk ke dalam ruang ionisasi, asap akan mengganggu aliran ion dan menyebabkan penurunan arus listrik.
  • Penurunan ini nantinya akan terdeteksi oleh sirkuit elektronik di dalam detektor, yang kemudian akan mengaktifkan alarm kebakaran.

2. Detektor Asap Photoelectric

  • Detektor fotoelektrik bekerja berdasarkan prinsip cahaya yang tersebar atau terserap oleh partikel asap.
  • Dalam kondisi normal, sinar cahaya dari sumber cahaya di smoke detector ini tidak langsung mengenai sensor cahaya karena tidak ada asap.
  • Ketika asap masuk ke dalam ruang deteksi, partikel asap akan menyebarkan sinar cahaya tersebut sehingga sebagian dari cahaya tersebut mencapai sensor.
  • Apabila sensor mendeteksi peningkatan intensitas cahaya, alat akan mengaktifkan alarm.

Kedua tipe detektor asap terintegrasi dalam alarm kebakaran dan bekerja dengan elemen lain seperti pusat kontrol alarm, notifikasi audio dan visual. Keberadaan detektor kebakaran jenis asap ini sangat penting, terutama untuk memberikan peringatan dini yang efektif agar terhindar dari bahaya kebakaran.

Standar Penempatan Smoke Detector Apa Saja?

Penempatan detektor asap di dalam sebuah bangunan harus mengikuti standar tertentu untuk memastikan efektivitasnya dalam mendeteksi dan memberikan peringatan kebakaran. Lalu, apa saja standar pemasangan detektor asap yang harus dipatuhi? Tanpa berlama-lama simak saja penjelasan berikut ini!

1. Lokasi Penempatan

Pasang detektor asap di setiap lantai bangunan, termasuk basement dan loteng yang memiliki resiko kebakaran tinggi. Khusus untuk area tidur, pasang detektor asap di dalam setiap kamar tidur dan di koridor yang menghubungkan kamar tidur. Janagn lupa hindari pemasangan dekat dapur untuk mencegah alarm palsu akibat asap memasak dan pastikan jaraknya minimal 3 meter dari peralatan memasak.

2. Ketinggian Penempatan Smoke Detector

Pasang detektor asap di langit-langit, karena asap akan naik, jika tidak memungkinkan, pasang setidaknya 15 cm dari langit-langit. Khusus untuk langit-langit yang miring, kamu harus pasang detektor asap dengan jarak 90 cm dari titik tertinggi.

3. Hindari Area Bermasalah

Jauhi jendela, pintu, dan ventilasi karena angin dan udara dapat mencegah asap mencapai smoke detector. Jangan pasang di tempat yang lembab atau dingin seperti garasi dan tempat yang memiliki suhu ekstrem, karena ini dapat mempengaruhi kinerja detektor asap.

4. Pemasangan di Dinding dan Interkoneksi

Jika kamu akan memasang detektor asap di dinding, tempatkan detektor antara 10 cm hingga 30 cm dari langit-langit. Dalam bangunan besar, gunakan detektor asap (smoke) yang terhubung satu sama lain (interkoneksi), sehingga jika satu detektor terpicu, semua akan berbunyi.

5. Pemeriksaan dan Pemeliharaan

Lakukan pemeriksaan dan pemeliharaan secara rutin untuk memastikan bahwa semua smoke detector berfungsi dengan baik dan siap berikan peringatan dini bahaya kebakaran.

Lalu, Bagaimana Cara Pemeliharaan Smoke Detector Menurut NFPA?

National Fire Protection Association (NFPA) memberikan pedoman pemeliharaan yang terperinci untuk detektor kebakaran jenis asap untuk memastikan fungsi optimalnya. Berikut ini adalah beberapa panduan dalam pemeliharaan detektor alarm kebakaran menurut NFPA 72 yang harus kamu ikuti!

1. Pemeriksaan Rutin

NFPA merekomendasikan pemeriksaan rutin untuk detektor asap, yang meliputi pengecekan fungsi alarm dengan menekan tombol test yang tersedia pada smoke detector. Pemeriksaan ini sebaiknya kamu lakukan setiap bulan untuk memastikan semua komponen alarm kebakaran berfungsi dengan baik.

2. Penggantian Baterai

Ganti baterai detektor asap setidaknya sekali setahun, atau lebih sering jika alarm memberikan indikasi bahwa baterai detektor lemah. Selain itu, dalam standar National Fire Protection Association (NFPA) 72 juga mewajibkan penggantian baterai saat pergantian waktu daylight saving.

3. Pembersihan dan Perawatan

Bersihkan debu dan kotoran dari smoke detector secara teratur dengan menggunakan kuas lembut atau vacuum cleaner. Selain itu, pastikan kamu tidak menggunakan bahan kimia atau air dan jangan pernah mengecat atau menutup detektor asap dengan bahan apapun.

4. Penggantian Detektor dan Hindari Pemasangan di Area Bermasalah

NFPA menyarankan mengganti detektor asap setiap 10 tahun, atau sesuai dengan rekomendasi produsen, karena sensitivitas sensor bisa berkurang seiring waktu. Jangan lupa hindari memasang detektor asap di dekat dapur atau kamar mandi untuk mencegah alarm palsu karena asap memasak atau uap.

5. Dokumentasi dan Konsultasi dengan Teknisi Ahli

Catat semua aktivitas pemeliharaan, termasuk penggantian baterai dan pemeriksaan rutin, untuk memudahkan pelacakan dan jadwal pemeliharaan. Apabila ada permasalahan yang lebih serius atau jika detektor asap tidak berfungsi setelah pemeliharaan rutin, sebaiknya konsultasikan teknisi ahli dan profesional.

Mengikuti panduan NFPA untuk pemeliharaan detektor asap sangat penting untuk memastikan perangkat berfungsi dengan baik, sehingga memberikan perlindungan maksimal dari kebakaran. Jika kamu butuh smoke detector berkualitas unggul atau jasa pemeliharaan fire alarm, hubungi kami dengan klik disini.

Lukman

Sebagai Spesialis Proteksi Kebakaran, saya akan berbagi pengetahuan, wawasan dan pengalaman saya di bidang sistem proteksi kebakaran. Saya berharap dapat bekerja sama dengan Anda untuk memberikan solusi proteksi kebakaran yang andal dan efektif.

Januari 2, 2024

Leave A Comment