Standar Pemasangan Fire Alarm yang Perlu Kamu Tahu!

Standar Pemasangan Fire Alarm yang Perlu Kamu Tahu!

Januari 10, 2024

7.2 Menit dibaca

pemasangan fire alarm standar pemasangan fire alarm

Memikirkan pemasangan fire alarm di rumah atau kantor kamu? Mungkin terdengar seperti tugas yang rutin, tapi tunggu dulu! Ada lebih banyak cerita di balik layar yang membuatnya tidak sekadar memasang alat di dinding.

Pasalnya, terdapat standar instalasi fire alarm yang berlaku dan harus kamu patuhi mulai dari pemilihan lokasi, jenis detektor, hingga metode pemasangan. Kamu mau tahu apa saja standar instalasi alarm kebakaran yang berlaku di Indonesia? Yu, simak ulasan lengkanya berikut ini!

Apa Itu Fire Alarm System?

Alarm kebakaran, adalah sistem keselamatan yang memiliki rancangan untuk mendeteksi gejala-gejala awal kebakaran, sehingga dalam pemasangan fire alarm harus sesuai standar. Selain mendeteksi, alarm kebakaran juga berfungsi untuk memberikan peringatan dini, sehingga memungkinkan evakuasi yang aman sebelum api semakin membesar dan berbahaya.

Dalam instalasi fire alarm system terdapat beberapa komponen utama yang bekerja bersama untuk memaksimalkan deteksi dan respon terhadap kebakaran. Memang apa saja komponen fire alarm kebakaran tersebut? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

  • Detektor Kebakaran, komponen ini termasuk detektor asap, panas, dan api yang dapat mendeteksi tanda-tanda awal kebakaran. Detektor asap sensitif terhadap adanya asap di udara, sedangkan detektor panas bereaksi terhadap perubahan suhu yang cepat atau suhu tinggi.
  • Panel Kontrol Alarm Kebakaran, merupakan otak dari sistem alarm kebakaran, panel kontrol menerima informasi dari detektor dan mengirimkan sinyal peringatan. Panel ini juga memberikan informasi tentang lokasi kebakaran di dalam bangunan, oleh karena itu dalam pemasangan fire alarm harus sesuai standar.
  • Perangkat Pemberi Sinyal Peringatan, seperti alarm bel, sirine, dan lampu strobo yang memberikan peringatan audio dan visual ketika sistem mendeteksi kebakaran. Kehadiran perangkat ini penting untuk memastikan semua orang di bangunan segera mengetahui adanya bahaya dan dapat mengambil tindakan evakuasi.
  • Alat Pemberi Peringatan Manual, seperti pull stations, yang memungkinkan individu untuk mengaktifkan alarm secara manual jika mereka mendeteksi adanya kebakaran.
  • Sumber Daya Listrik, sistem alarm kebakaran umumnya memiliki sumber listrik utama dan cadangan untuk memastikan sistem tetap berfungsi meskipun listrik padam.

Fire alarm system sangat penting dalam meningkatkan keselamatan di bangunan komersial, industri, dan perumahan. Dengan memberikan peringatan dini tentang kebakaran, sistem ini memberikan waktu yang krusial untuk evakuasi yang aman dan memungkinkan pemadam kebakaran untuk merespon lebih cepat, sehingga membantu mengurangi kerusakan properti dan menyelamatkan nyawa.

Kenapa Pemasangan Fire Alarm Harus Sesuai dengan Standar?

Dalam sistem alarm kebakaran, instalasi sesuai standar merupakan kunci untuk memastikan bahwa fire alarm dapat bekerja dengan baik saat terjadi kebakaran. Selain itu, ada beberapa alasan yang perlu kamu tahu mengapa dalam instalasi fire alarm kebakaran itu harus sesuai standar yang berlaku.Kamu mau tahu apa saja alasan nya?

  • Keselamatan, standar yang ada memiliki rancangan untuk memberikan tingkat keselamatan tertinggi dari bahaya kebakaran yang bisa terjadi kapan saja. Jika dalam pemasangan sesuai standar, maka akan memastikan bahwa alarm kebakaran akan bekerja secara efektif. Terutama untuk memberikan peringatan dini saat terjadi kebakaran, sehingga penghuni dapat sesegera mungkin melakukan tindakan evakuasi ke tempat yang aman.
  • Kepatuhan Regulasi, dalam standar pemasangan fire alarm biasanya merupakan bagian dari regulasi keselamatan kebakaran lokal atau nasional. Jika pemasangan tidak memenuhi standar ini bisa mengakibatkan pelanggaran hukum, yang dapat berujung pada denda atau sanksi hukum lainnya.
  • Efektivitas Sistem, dalam peraturan fire alarm juga mencakup penentuan lokasi, jenis, dan jumlah peralatan untuk cakupan proteksi yang optimal. Sehingga, nantinya akan memastikan bahwa seluruh area bangunan terlindungi dan alarm dapat bekerja dengan efisien dalam situasi darurat kebakaran.
  • Pencegahan Kerusakan Properti, sistem alarm yang terpasang dengan benar akan membantu dalam deteksi dini kebakaran dan merespon dengan cepat. Sehingga, nantinya api bisa padam sebelum semakin membesar dan berbahaya, dengan begitu kamu dapat meminimalisir potensi kerusakan pada properti.
  • Pengurangan Resiko, dengan mematuhi standar pemasangan fire alarm nantinya akan berdampak pada berkontribusi pada pengurangan risiko cedera atau kematian. Pasalnya, ketika terjadi kebakaran terdapat peringatan dini, sehingga memberikan waktu yang cukup untuk evakuasi ke lokasi yang lebih aman.
  • Kemudahan Pemeliharaan dan Inspeksi, jika sistem terpasang sesuai standar lebih mudah untuk untuk memastikan alarm kebakaran selalu dalam kondisi kerja optimal.
  • Perlindungan Asuransi, asuransi seringkali membutuhkan pemasangan sistem alarm kebakaran sesuai dengan standar yang berlaku. Jika kamu tidak mematuhi standar tersebut, maka dapat mempengaruhi cakupan asuransi atau klaim yang berkaitan dengan kebakaran.

Standar Pemasangan Alarm Kebakaran Menurut NFPA 72

NFPA 72, tentang National Fire Alarm and Signaling Code adalah standar yang diterbitkan oleh National Fire Protection Association (NFPA). Dalam standar tersebut berisi tentang desain, pemasangan, pemeliharaan, dan pengujian sistem alarm kebakaran dan sistem peringatan dini.

Memang apa saja isi dari standar pemasangan fire alarm system yang terdapat dalam NFPA 72 tersebut? Tanpa berlama-lama, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

  • Penilaian Risiko dan Desain Sistem, sebelum instalasi, kamu harus melakukan penilaian risiko yang komprehensif untuk menentukan kebutuhan spesifik sistem alarm kebakaran. Tentu saja dalam penilaian tersebut berdasarkan faktor seperti ukuran bangunan, penggunaannya, dan potensi risiko kebakaran yang mungkin akan terjadi.
  • Penempatan dan Jarak Detector, NFPA 72 memberikan pedoman rinci tentang penempatan dan jarak antar detektor asap dan panas. Hal itu sangat penting untuk memastikan cakupan proteksi sistem alarm kebakaran memadai untuk sebuah ruangan atau bangunan.
  • Instalasi Komponen, dalam standar pemasangan fire alarm NFPA 72, komponen seperti detektor, panel kontrol, pemberi sinyal (seperti bel dan lampu strobo). Selain itu, perangkat yang bisa memberikan peringatan dini kebakaran manual sesuai dengan spesifikasi standar NFPA.
  • Integrasi Sistem, dalam sistem alarm kebakaran harus terintegrasi dengan sistem keselamatan dan evakuasi lainnya, termasuk sistem komunikasi darurat.
  • Pemeliharaan dan Pengujian, dalam standar ini  juga menetapkan jadwal pemeliharaan dan pengujian rutin untuk memastikan sistem alarm kebakaran berfungsi dengan baik. Terutama, untuk memberikan kamu peringatan dini ketika dalam ruangan atau bangunan terjadi kebakaran.

Standar Pemasangan Fire Alarm Menurut SNI No. 03-3986-2000

Selain NFPA 72, di Indonesia juga terdapat standar instalasi alarm kebakaran sendiri yaitu, Standar Nasional Indonesia (SNI) No. 03-3986-2000. Dalam standar tersebut terdapat seperangkat aturan, pedoman dan spesifikasi untuk pemasangan sistem alarm kebakaran yang berlaku di Indonesia. Lalu, poin-poin penting yang terdapat dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) No. 03-3986-2000 itu apa saja? Simak ulasan lengkapnya berikut ini ya!

  • Desain Sistem, dalam sistem alarm kebakaran harus memiliki rancangan yang sesuai dengan karakteristik bangunan, termasuk jenis bangunan dan risiko kebakaran.
  • Pemilihan Komponen, semua komponen, termasuk detektor, alarm manual, dan alat pemberi sinyal, harus kamu pilih berdasarkan jenis dan kebutuhan bangunan.
  • Penempatan dan Instalasi, detektor dan alat alarm harus terpasang di lokasi strategis, seperti di koridor, ruang rapat, dan area rentan kebakaran.
  • Pengujian dan Kalibrasi, dalam standar pemasangan fire alarm, system harus kamu lakukan pengujian dan kalibrasi secara berkala untuk memastikan keandalannya.
  • Sistem Kontrol dan Panel, dalam instalasi fire alarm harus ada sistem kontrol yang terpusat dan panel indikator yang menunjukkan status operasional.
  • Kabel dan Instalasi Elektrik, untuk sistem alarm kebakaran harus sesuai dengan standar untuk mencegah risiko kebakaran dan gangguan operasional.
  • Pemeliharaan dan Inspeksi Rutin, sistem harus kamu lakukan pemeliharaan dan inspeksi secara rutin untuk memastikan bahwa semua komponen bekerja dengan baik.
  • Pelatihan Pengguna, dalam pengguna dan pengelola bangunan harus kamu beri pelatihan tentang operasi dan prosedur darurat tentang sistem alarm kebakaran.
  • Dokumentasi dan Catatan, dalam SNI 03-3986-2000 kamu juga harus menyimpan catatan yang akurat tentang desain, instalasi, pemeliharaan, dan inspeksi sistem.

Lalu, Apa Saja Tahapan Cara Pemasangan Instalasi Fire Alarm?

instalasi fire alarm system cara pemasangan fire alarm

Selain pemasangan fire alarm harus sesuai standar, kamu juga perlu memperhatikan setiap tahapan instalasi alarm kebakaran, agar setiap komponennya bekerja optimal. Perlu kamu ingat juga bahwa dalam instalasi fire alarm system harus dilakukan oleh teknisi yang benar-benar memiliki keahlian dalam proteksi kebakaran.

Oleh karena itu, sebaiknya kamu menggunakan jasa kontraktor fire alarm kebakaran yang terpercaya untuk melakukan instalasi sistemnya. Namun, sebagai bahan pengetahuan, kamu bisa simak beberapa tahapan saat pemasangan alarm kebakaran berikut ini!

1. Desain dan Perencanaan Pemasangan Fire Alarm

  • Lakukan Identifikasi kebutuhan spesifik bangunan berdasarkan ukuran, penggunaan, dan risiko kebakaran.
  • Setelah itu, tentukan jenis dan jumlah kebutuhan detektor (asap, panas), alarm manual, perangkat pemberi sinyal, dan panel kontrol.
  • Jangan lupa, buat rencana tata letak yang menunjukkan posisi semua komponen sistem.

2. Instalasi Alarm Kebakaran

  • Tahapan berikutnya pasang instalasi kelistrikan yang diperlukan untuk menghubungkan detektor, alarm, dan panel kontrol dan pastikan jalur kabel yang aman.
  • Pasang detektor asap dan panas di lokasi sesuai rencana dan pasang juga manual call point pada lokasi yang aksesnya mudah.
  • Setelah itu, pasang panel kontrol di lokasi yang mudah diakses untuk pemeliharaan dan pemantauan.

3. Pengujian dan Kalibrasi

  • Tahapan selanjutnya dalam pemasangan fire alarm adalah pengujian setiap komponen sistem untuk memastikan fungsi yang benar serta lakukan penyesuaian kalibrasi.

4. Pelatihan dan Demonstrasi

  • Berikan pelatihan kepada penghuni atau staf bangunan tentang cara kerja sistem dan tindakan yang harus diambil saat alarm berbunyi.

5. Dokumentasi

  • Terakhir, buat catatan terperinci tentang instalasi dan pengaturan sistem dan simpan dokumentasi untuk inspeksi masa depan dan pemeliharaan rutin.

Itulah penjelasan lengkap tentang standar pemasangan fire alarm yang berlaku di Indonesia, baik sesuai anjuran NFPA maupun SNI. Jika kamu membutuhkan komponen fire alarm, instalasi dan pemeliharaan rutin, hubungi kami dengan klik disini ya!

Lukman

Sebagai Spesialis Proteksi Kebakaran, saya akan berbagi pengetahuan, wawasan dan pengalaman saya di bidang sistem proteksi kebakaran. Saya berharap dapat bekerja sama dengan Anda untuk memberikan solusi proteksi kebakaran yang andal dan efektif.

Januari 10, 2024

Leave A Comment