Apa Itu Segitiga Api? Pengertian, Unsur, & Teknik Pemadamannya

Apa Itu Segitiga Api? Pengertian, Unsur, & Teknik Pemadamannya

Februari 3, 2023

6,1 Menit dibaca

segitiga api dan pembentukan kebakaran

Segitiga api adalah sebuah teori yang menjelaskan tentang tiga faktor utama yang mempengaruhi terjadinya kebakaran. Jika salah satu dari ketiganya faktor utama hilang, maka api akan segera padam.

Kebakaran menjadi salah satu bencana yang sering terjadi, terutama di Indonesia. Tapi, apakah kamu tahu kenapa api bisa muncul hingga menyebabkan kebakaran? Ya, kebakaran bisa terjadi karena terdapat teori segitiga api yang menyatu. Seperti apa itu segitiga api dan bagaimana bisa sampai menyebabkan kebakaran? Simak artikel ini sampai selesai, ya!

Apa Itu Segitiga Api?

Dalam konteks kebakaran, segitiga api adalah sebuah teori yang menjelaskan tentang tiga faktor utama yang mempengaruhi terjadinya kebakaran, yaitu bahan bakar (fuel), panas (heat), dan oksigen (oxygen).

Nah, ketiga faktor inilah yang disebut sebagai segitiga api, dan jika salah satu dari ketiganya hilang, maka kebakaran akan berhenti alias padam. Oleh karena itu, untuk memadamkan kebakaran, salah satu dari ketiga faktor tersebut harus dikurangi atau dikontrol, ya!

Pada intinya, teori segitiga api ini akan berguna dalam menganalisis dan memahami dinamika proses kebakaran dan dapat digunakan sebagai dasar untuk mengatasi dan mencegah kebakaran.

segitiga api adalah

Unsur-unsur Segitiga Api Ada Apa Saja Sih?

Setelah mengetahui tentang apa itu segitiga api, sekarang kamu bisa kenali apa saja unsur-unsurnya. Di bawah ini merupakan beberapa unsur segitiga api yang harus kamu ketahui:

1. Bahan Bakar (Fuel)

Bahan bakar dalam teori segitiga api adalah zat yang dapat terbakar dan membutuhkan panas dan oksigen untuk memulai dan mempertahankan proses pembakaran. Contohnya adalah kayu, bahan kimia, minyak, dan lain-lain.

Karena di sini, bahan bakar menjadi salah satu unsur penting dalam terjadinya kebakaran dan harus ada untuk memulai proses pembakaran. Jadi, kalau tidak ada bahan bakar, maka tidak akan ada juga api apalagi kebakaran.

2. Suhu Panas (Heat)

Dalam teori segitiga api, suhu panas menjadi salah satu energi yang dibutuhkan untuk memulai proses pembakaran. Ini bisa saja berasal dari sumber luar, seperti percikan api atau aliran listrik, atau dapat berasal dari reaksi kimia antara bahan bakar dan oksigen.

Suhu panas sangat penting dalam proses munculnya api, karena tanpa panas yang cukup, proses pembakaran bahan bakar tidak akan terjadi. Kemudian jika panas yang diterima oleh bahan bakar terlalu besar, maka bahan bakar akan memulai terbakar.

3. Oksigen (Oxygen)

Oksigen merupakan gas yang dibutuhkan untuk mempercepat dan mempertahankan proses pembakaran. Seperti pada suhu panas di atas, dimana pada proses tersebut membutuhkan oksigen untuk mempertahankan proses pembakaran.

Karena jika kurangnya oksigen atau bahkan tidak ada sama sekali, proses pembakaran tidak dapat berlangsung. Oleh karena itu, untuk memadamkan kebakaran, salah satu caranya adalah dengan membatasi atau menghilangkan ketersediaan oksigen di suatu tempat.

apa itu segitiga api dan pemadamannya

Berdasarkan Segitiga Api, Begini Proses Terjadinya Kebakaran

Jadi, dalam pembentukan api itu akan melibatkan reaksi kimia dari teori segitiga api (bahan bakar, panas, dan oksigen) seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Pasti kamu penasaran ya, tentang bagaimana proses pembentukan api hingga menyebabkan kebakaran?

Di bawah ini merupakan proses terbentuknya api yang bisa kamu pahami:

  • Pemanasan: Bahan bakar akan dipanaskan oleh sumber panas seperti percikan api atau aliran listrik. Setelah itu suhu pada bahan bakar akan meningkat mencapai titik pembakarannya.
  • Pembentukan Awal Api: Saat bahan bakar mencapai titik pembakarannya, reaksi kimia terjadi antara bahan bakar dan oksigen, membentuk awal api.
  • Pertumbuhan Api: Awal api membutuhkan oksigen untuk mempertahankan proses pembakaran dan mempercepat pertumbuhan api. Jadi, api akan terus menyala dan berkobar selama masih tersedia bahan bakar dan oksigen.
  • Pemadaman Api: Jika salah satu dari ketiga unsur segitiga api (bahan bakar, panas, dan oksigen) dikurangi atau dikontrol, maka proses pembakaran akan berhenti dan api akan padam.

Intinya, jika ketiga unsur segitiga api di atas saling terhubung, maka akan muncul api dan menyebabkan kebakaran. Terus bagaimana dong cara untuk mengatasinya? Caranya adalah dengan memutus salah satu dari ketiga unsur segitiga api di atas, agar api bisa segera padam. Kita bahas lebih lanjut di bawah ini, ya!

memadamkan kebakaran berdasarkan segitiga api

5 Teknik Pemadaman Api Berdasarkan Segitiga Api

Setelah kita mengetahui unsur-unsur dari segitiga api, kita akan mempelajari teknik-teknik dalam pemadaman api. Terdapat lima teknik pemadaman api, yaitu:

1. Pendinginan (Cooling)

Teknik pendinginan merupakan metode pemadaman dengan cara menurunkan temperatur permukaan benda yang terbakar. Biasanya metode ini dilakukan dengan cara menyemprotkan air ke titik panas.

2. Isolasi oksigen (Smothering)

Teknik isolasi oksigen atau smothering adalah metode pemadaman dengan cara menutupi permukaan benda yang terbakar dengan serbuk atau busa. Hal ini dilakukan agar dapat memutuskan kebakaran dengan oksigen. Cara paling mudah adalah menutupi kebakaran dengan fire blanket atau karung basah.

3. Memindahkan bahan bakar (Starvation)

Teknik ini biasa dilakukan ketika kebakaran disebabkan oleh benda cair yang mudah terbakar. Pemindahan bahan bakar ini tidak selalu dilakukan karena pada prakteknya sulit.

Pemindahan bahan bakar pada teknik ini dapat dilakukan dengan media foam untuk mendorong minyak ke tempat lain.

4. Memecahkan rantai reaksi kimia (Breaking chain reaction)

Metode ini merupakan menggunakan bahan kimia tertentu untuk meningkatkan radikal bebas pemicu rantai reaksi api. Halon dapat menjadi bahan dasar pada metode breaking chain reaction. Namun, saat ini penggunaan halon sangat terbatas karena menyebabkan efek rumah kaca, sehingga dapat digantikan dengan gas CO2.

5. Pembatasan oksigen (Dilution)

Metode pembatasan oksigen atau dilusi adalah metode pemadaman api dengan meniupkan inert gas agar dapat menghalangi unsur gas oksigen. Inert gas merupakan campuran dari berbagai macam gas yang bisa mempertahankan kadar oksigen dalam presentase rendah. Sehingga hal tersebut dapat mencegah terjadinya ledakan atau kebakaran.

Baca Juga:

apa itu segitiga api dan pencegahannya

Sikap yang Benar Saat Menangani Kebakaran Sesuai Kaidah Segitiga Api

Jika kamu sudah mengenal tentang apa itu segitiga api beserta penyebab dan proses terjadinya kebakaran, tentunya sudah siap dong apa saja yang harus diakukan saat terjadi kebakaran? Nah, agar lebih terpandu, kamu bisa simak beberapa sikap yang dapat diambil dalam menangani kebakaran di rumah maupun di tempat kerja sebagai berikut:

1. Penanganan Kebakaran di Rumah

Jika terjadi kebakaran di rumah, jangan panik. Kita harus tenang dalam menangani kebakaran di rumah. Lantas, apa saja sikap yang benar saat menangani kebakaran di rumah? Berikut beberapa sikap yang benar saat menangani kebakaran di rumah:

  • Melakukan pemadaman sedini mungkin menggunakan alat pemadam kebakaran,
  • Jika api tidak bisa terkendali, mintalah pertolongan kepada tetangga sekitar dan menghubungi petugas pemadam kebakaran (telepon 113),
  • Tinggalkan barang berharga jika tidak memungkinkan untuk diselamatkan,
  • Tutupi hidungmu dengan kain basah, agar asap tidak masuk ke paru-paru,
  • Menjauh dari pusat kebakaran dan cari tempat evakuasi yang aman.

2. Penanganan Kebakaran di Tempat Kerja

Lantas, bagaimana jika kebakaran terjadi di tempat kerja. Apa yang harus dilakukan saat terjadi kebakaran di tempat kerja? Berikut beberapa sikap yang benar saat terjadi kebakaran di tempat kerja:

  • Identifikasi bahaya kebakaran. Cari tahu penyebab kebakaran yang terjadi di tempat kerja,
  • Identifikasi orang yang beresiko terkena kebakaran. Cari tahu lokasi orang yang beresiko terkena kebakaran agar mereka menjadi prioritas dalam proses evakuasi kebakaran,
  • Melakukan proses evakuasi mengikuti jalur evakuasi yang telah tersedia,
  • Melakukan pemadaman dengan alat pemadam kebakaran yang tersedia sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran (telepon 113) untuk mengantisipasi jika api tidak dapat terkendali.
  • Jauhi pusat kebakaran dan cari tempat evakuasi yang aman.

Itulah, pemahaman mengenai apa itu segitiga api serta sikap yang benar dalam menangani kebakaran di rumah dan tempat kerja. Pastikan di rumah dan tempat kerja terdapat alat pemadam kebakaran. Jika belum memilikinya, kamu bisa temukan berbagai alat pemadam kebakaran berkualitas hanya di Fireshop.co.id.

Related posts

Leave A Comment